Apa Kabar Surakarta — Kota Surakarta resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Pertemuan Kota Cerdas Pangan (Smart Food City Meeting) 2025, sebuah forum nasional yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas untuk membahas penguatan sistem pangan berbasis inovasi dan teknologi.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada tahun 2025 dan menjadi momentum strategis bagi Solo dalam memperkuat posisinya sebagai kota inovatif di sektor pangan.
Penunjukan Surakarta sebagai tuan rumah dinilai tidak lepas dari komitmen pemerintah kota dalam membangun ketahanan pangan berkelanjutan melalui digitalisasi, penguatan UMKM pangan. Serta tata kelola distribusi yang efisien dan terintegrasi.
Dorong Inovasi dan Ketahanan Pangan Perkotaan
Wali Kota Surakarta menyambut positif kepercayaan tersebut dan menilai pertemuan ini akan menjadi ajang penting untuk bertukar gagasan serta praktik terbaik antar daerah.
“Kami merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah. Ini bukan hanya tentang penyelenggaraan acara, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bagaimana Surakarta mengembangkan sistem pangan yang cerdas, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga : Siapkan Generasi Muda Terbaik, Respati Berikan Beasiswa ke Siswa Berprestasi
Ia menambahkan, konsep kota cerdas pangan tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada pemberdayaan petani, pelaku UMKM. Serta penguatan pasar rakyat sebagai simpul distribusi pangan.
Diikuti Puluhan Daerah dari Seluruh Indonesia
Panitia penyelenggara menyebutkan, pertemuan Kota Cerdas Pangan 2025 rencananya akan diikuti oleh puluhan pemerintah daerah dari berbagai provinsi. Forum ini akan diisi dengan diskusi kebijakan, pameran inovasi pangan, presentasi program unggulan daerah. Hingga kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi yang menjadi percontohan di Kota Surakarta.
“Kami ingin mempertemukan semua pihak dalam satu forum untuk merumuskan strategi bersama menghadapi tantangan pangan ke depan, mulai dari perubahan iklim, distribusi, hingga stabilitas harga,” kata salah satu perwakilan panitia nasional.
Dampak Ekonomi dan Promosi Daerah
Selain berdampak pada penguatan sektor pangan, pertemuan ini juga diproyeksikan memberi efek positif bagi perekonomian daerah. Khususnya sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM..
Pemerintah Kota Surakarta pun mulai melakukan persiapan dari sisi infrastruktur, akomodasi, hingga agenda pendukung yang menampilkan potensi lokal. Sejumlah ikon kota, pasar tradisional modern, serta sentra UMKM direncanakan masuk dalam rangkaian kegiatan.
Melalui pertemuan Kota Cerdas Pangan 2025, Surakarta diharapkan mampu menjadi contoh kota yang berhasil memadukan teknologi, budaya lokal. Serta ketahanan pangan dalam satu ekosistem yang berdaya saing dan berkelanjutan.






