Apa Kabar Surakarta – Dua Kubu Keraton Solo akhirnya menggelar pertemuan tatap muka di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Senin (15/12) siang. Pertemuan ini mempertemukan pihak-pihak yang selama ini menyatakan klaim atas hak takhta Keraton Solo. Pemerintah Kota Surakarta memfasilitasi dialog tersebut sebagai upaya membuka ruang komunikasi dan meredakan ketegangan yang berlangsung cukup lama.
Paku Buwono XIV Mangkubumi hadir secara langsung dalam pertemuan tersebut. Sementara itu, pihak Paku Buwono XIV Purbaya mengirimkan perwakilan keluarga, yakni GKR Panembahan Timoer Rumbay dan GK Devi Lelyana Dewi. Kehadiran kedua kubu dalam satu forum menandai langkah penting dalam proses komunikasi yang selama ini berjalan terbatas.
Dua Kubu Keraton tampak duduk saling berhadapan di ruang rapat Natapraja Balai Kota Solo. Suasana pertemuan berlangsung tertib dan kondusif sejak awal. Pemerintah kota mengatur jalannya pertemuan dengan agenda yang terstruktur agar dialog berjalan fokus dan saling menghormati. Setelah sesi pembukaan, seluruh pihak sepakat melanjutkan pembahasan secara tertutup.
Baca Juga : Solo dan Surakarta: Pengaruh Lidah Belanda hingga Pascaperang Mataram
Pertemuan ini mencerminkan keinginan semua pihak untuk mencari jalan keluar melalui dialog. Pemerintah Kota Surakarta berharap komunikasi langsung dapat mengurangi kesalahpahaman dan membuka peluang penyelesaian konflik secara damai. Stabilitas Keraton Solo memiliki nilai penting, tidak hanya bagi keluarga keraton, tetapi juga bagi masyarakat dan pelestarian budaya Jawa.
Dua Kubu Keraton Solo memegang peran strategis dalam menjaga marwah dan keberlanjutan institusi budaya tersebut. Konflik internal yang berkepanjangan berpotensi mengganggu aktivitas budaya, pariwisata, dan kehidupan sosial masyarakat sekitar. Oleh karena itu, dialog yang difasilitasi pemerintah kota menjadi langkah awal untuk membangun kesepahaman bersama.
Pemerintah Kota Surakarta menyatakan komitmen untuk terus membuka ruang komunikasi lanjutan. Melalui pendekatan dialogis dan musyawarah, pemerintah berharap kedua kubu dapat menemukan solusi terbaik demi menjaga kehormatan keraton serta stabilitas sosial dan budaya Kota Solo.






