Apa Kabar Surakarta — Kota Surakarta berhasil menempatkan diri dalam 20 besar daerah terbaik di Indonesia dalam penanganan stunting. Prestasi ini diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebagai bagian dari evaluasi capaian program percepatan penurunan stunting di seluruh wilayah.

Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, menyambut baik pencapaian ini dan menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus menekan angka stunting melalui berbagai program intervensi gizi dan kesehatan anak.
“Alhamdulillah, kerja keras semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat, membuahkan hasil. Ini menunjukkan Surakarta serius dalam menangani stunting,” ujar Gibran, Selasa (2/12/2025).
Program Intervensi Gizi Terpadu
Kota Surakarta menerapkan pendekatan terpadu dalam menurunkan stunting, termasuk pemberian makanan tambahan bagi balita, pemantauan pertumbuhan anak, edukasi gizi untuk ibu hamil, dan peningkatan akses layanan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Dr. Sri Utami, menjelaskan bahwa strategi intervensi mencakup kegiatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. “Kami juga melibatkan kader posyandu dan tokoh masyarakat untuk memastikan edukasi gizi sampai ke keluarga,” jelasnya.
Baca Juga : Surakarta Jadi Tuan Rumah Pertemuan Kota Cerdas Pangan 2025
Kolaborasi Lintas Sektor
Selain sektor kesehatan, pemerintah kota menggandeng sektor pendidikan, sosial, dan pemerintah desa/kelurahan untuk memastikan program penanganan stunting berjalan efektif. Pendekatan ini meliputi pemantauan pertumbuhan balita di posyandu, penyuluhan gizi, serta program pemberdayaan keluarga miskin agar mampu menyediakan makanan bergizi.
“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan, tetapi semua pihak harus terlibat, termasuk orang tua. Dengan kolaborasi ini, kami optimis target penurunan stunting bisa tercapai,” tambah Dr. Sri Utami.
Harapan dan Target ke Depan
Dengan masuknya Kota Surakarta dalam 20 besar daerah terbaik, Wali Kota Gibran berharap pencapaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program. Pemerintah kota menargetkan angka stunting semakin menurun pada tahun-tahun berikutnya hingga berada di bawah rata-rata nasional.
“Ke depan, kami akan memperkuat pemantauan gizi, edukasi, dan intervensi dini agar anak-anak Surakarta tumbuh sehat dan cerdas. Ini investasi penting bagi masa depan kota,” pungkas Gibran.