Minggu, 26 April 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Hijau Kita SanjHijau Kita Sanj
Hijau Kita Sanj - Your source for the latest articles and insights
Beranda Berita Majelis Selapanan LTN NU Surakarta Kenang Jejak Gu...
Berita

Majelis Selapanan LTN NU Surakarta Kenang Jejak Guru Bangsa Gus Dur

Apa Kabar Surakarta — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kota Surakarta kembali…

Majelis Selapanan LTN NU Surakarta Kenang Jejak Guru Bangsa Gus Dur

Apa Kabar Surakarta — Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Kota Surakarta kembali menggelar diskusi rutin dalam forum Majelis Selapanan yang berlangsung di Aula Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surakarta, Jalan Honggowongso, Jayengan, Jumat (5/12/2025).

Pada putaran ke-31 ini, diskusi mengangkat tema “Mengenang Jejak Sang Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur)”.

Diskusi Selapanan, LTN NU Surakarta Kenang Sang Pendekar Pena Mahbub  Junaidi - Suara Nahdliyin
Majelis Selapanan LTN NU Surakarta Kenang Jejak Guru Bangsa Gus Dur

Kegiatan tersebut diselenggarakan atas kolaborasi LTN NU Surakarta bersama Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi NU) dan komunitas GUSDURian Kota Surakarta. Forum ini dihadiri oleh pengurus NU, aktivis muda, budayawan, akademisi, serta masyarakat umum yang antusias mengenang pemikiran dan perjuangan Presiden ke-4 Republik Indonesia itu.

Menghidupkan Nilai-Nilai Gus Dur di Tengah Masyarakat

Ketua LTN NU Surakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Majelis Selapanan kali ini menjadi ruang refleksi atas nilai-nilai pemikiran Gus Dur yang hingga kini masih relevan untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Gus Dur bukan hanya tokoh NU, tetapi guru bangsa yang mengajarkan kita tentang kemanusiaan, keberagaman, dan keberanian dalam menjaga kebenaran. Melalui forum ini, kami ingin menghidupkan kembali nilai-nilai tersebut,” ujarnya.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur budayawan, akademisi, dan aktivis GUSDURian yang mengupas perjalanan hidup Gus Dur, mulai dari perannya di Nahdlatul Ulama, kiprahnya dalam memperjuangkan demokrasi, hingga komitmennya dalam membela kelompok minoritas.

Baca Juga : Politisi NU Arif Wahyudi Dukung NU Peduli Tangani Bencana

Gus Dur Sebagai Simbol Toleransi dan Kemanusiaan

Perwakilan GUSDURian Surakarta menekankan bahwa Gus Dur adalah simbol keberanian dalam membela nilai kemanusiaan tanpa memandang perbedaan suku, agama, dan budaya.

“Gus Dur mengajarkan bahwa perbedaan adalah rahmat. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan semangat itu di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” katanya.

Sementara itu, Lesbumi NU Surakarta menyoroti peran besar Gus Dur dalam dunia kebudayaan. Menurutnya, Gus Dur memandang budaya sebagai jembatan penting dalam merawat persatuan dan memperkuat identitas bangsa.

Forum Edukatif untuk Generasi Muda

Majelis Selapanan ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda NU agar lebih mengenal sosok Gus Dur. Beliau tidak hanya sebagai tokoh nasional, tetapi juga sebagai teladan dalam berpikir kritis, bersikap inklusif, dan berjuang untuk keadilan sosial.

Sejumlah peserta mengaku terinspirasi oleh diskusi tersebut. Salah seorang peserta dari kalangan mahasiswa mengatakan bahwa pemikiran Gus Dur sangat penting. Pemikiran beliau bisa menjadi pegangan dalam menghadapi dinamika sosial saat ini.

“Kami jadi semakin memahami bahwa toleransi bukan sekadar slogan, tapi harus diperjuangkan secara nyata,” katanya.

Majelis Selapanan LTN NU Surakarta selama ini menjadi agenda rutin diskusi keislaman, kebangsaan, dan kebudayaan. Melalui tema mengenang Gus Dur, diharapkan nilai-nilai luhur sang Guru Bangsa terus hidup dan menginspirasi masyarakat. Khususnya warga Nahdliyin di Kota Surakarta.

Tags: Gus Dur Jejak Guru Bangsa LTN NU