Apa Kabar Surakarta – Jagat media sosial dihebohkan dengan munculnya grup publik di Facebook bernama “Gay Surakarta dan Sekitarnya”. Grup tersebut ramai dibicarakan karena menampilkan aktivitas anggota yang terbuka dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

Menanggapi hal ini, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo akhirnya buka suara. Pihaknya menilai fenomena semacam ini perlu dicermati secara bijak, khususnya dalam konteks kesehatan masyarakat.
KPA Solo Tekankan Aspek Kesehatan
Sekretaris KPA Solo menjelaskan bahwa pihaknya tidak dalam posisi menilai orientasi seksual individu, melainkan lebih fokus pada aspek pencegahan penularan HIV/AIDS serta edukasi kesehatan.
“Kami melihat fenomena grup ini dari sisi kesehatan publik. Komunitas apapun, termasuk mereka yang memiliki orientasi seksual berbeda, perlu mendapatkan edukasi dan akses layanan kesehatan yang memadai,” jelasnya, Selasa (30/9/2025).
Baca Juga : Misteri Kematian Arya Daru: Pengacara Desak Polisi Periksa 2 Saksi Kunci!
Ia menambahkan, selama ini KPA Solo terus menggandeng berbagai komunitas untuk melakukan edukasi seputar HIV/AIDS, penggunaan alat pelindung diri, hingga akses layanan kesehatan di fasilitas resmi.
Media Sosial Jadi Ruang Interaksi Baru
Munculnya grup di media sosial juga dianggap sebagai bagian dari perkembangan teknologi dan perubahan perilaku interaksi masyarakat. Namun, KPA mengingatkan bahwa ruang digital semacam ini rawan menimbulkan stigma, perundungan, hingga potensi penyebaran informasi yang tidak akurat.
“Kami berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menyikapi. Jangan sampai keberadaan grup semacam ini justru menambah stigma negatif yang membuat mereka enggan mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.
Perlunya Pendekatan Inklusif
KPA Solo mendorong adanya pendekatan yang inklusif dalam menangani isu ini. Menurutnya, setiap warga negara berhak mendapat perlindungan kesehatan tanpa diskriminasi, termasuk dalam program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
“Jika ada komunitas atau kelompok tertentu yang aktif di media sosial, justru bisa menjadi pintu masuk bagi kami untuk menyampaikan pesan-pesan edukasi yang lebih luas,” ujarnya.
Ajakan Bijak Bermedsos
Menutup keterangannya, KPA Solo mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam bermedia sosial. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga ruang digital agar tidak menjadi sarana penyebaran kebencian maupun diskriminasi.
“Fokus kita adalah kesehatan masyarakat. Semua pihak perlu diajak bersama-sama membangun kesadaran akan pentingnya pencegahan HIV/AIDS,” pungkasnya.






